Pada tanggal 16 Mei 2008, di parlemen Jepang disetujui perjanjian EPA antara Jepang dan Indonesia termasuk di dalamnya penerimaan tenaga kerja di bidang perawat medis dan perawat lansia.Pada pertengahan Juni instansi penerima calon perawat sudah diputuskan dan sejak akhir Juli, perawat kesehatan dan perawat lansia akan masuk ke Jepang.
Pemerintah Indonesia meminta supaya untuk perawat kesehatan diberikan imbalan di atas 200 ribu yen per bulan dan untuk perawat lansia diberikan imbalan di atas 175ribu. Namun perjanjian EPA antara Indonesia dan Jepang terlanjur ditetapkan walaupun persetujuan tentang imbalan ini belum disetujui oleh pemerintah Jepang.
Skema penerimaan calon perawat kesehatan dan perawat lansia (selebihnya cukup disebut dengan para calon tenaga medis) ini mirip dengan sistem pemagangan atau pelatihan yang sudah ada terlebih dahulu. Dan seperti yang diketahui bersama bahwa sistem pemagangan dan pelatihan ini cukup banyak bermasalah, marilah kita melihat beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan sehubungan dengan penerimaan calon tenaga medis ini.
Apa itu Proyek Panas Bumi Sarulla?
Proyek pembangunan PLTPB terbesar di dunia di Sarulla, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara oleh PT Medco Energi Internasional, Itochu Corporation (Jepang), Kyushu Electric Power Co, Inc. (Jepang), dan Ormat Technologies Co, Inc. (AS), dan untuk setiap kwh listrik yang dihasilkan akan dijual kepada PLN dengan harga $0,4622. Listrik yang dihasilkan diharapkan akan dapat memenuhi 1/3 dari kebutuhan listrik Propinsi Sumatera Utara. Rasio pembagian keuntungannya adalah PT Medco 37,5%, Itochu 25%, Kyushu Electric Power 25%, Ormat Technologies 12,5%. Biaya total pembangunannya adalah $800 juta dan dikatakan juga bahwa 70% dari dananya dikucurkan oleh JBIC (Japan Bank for International Cooperation) dan OPIC (Overseas Private Investment Corporation). Eksploitasi sumur akan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu satu di daerah Silangkitan sebesar 110 MW, dua di daerah Namora I Langit masing-masing sebesar 110 MW dan direncanakan selesai pada tahun 2010 - 2012.
Apa itu Proyek Pengembangan Agribisnis Hortikultura?
Adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengaktifkan sektor holtikultura dan meningkatkan pendapatan petani kecil pada daerah non irigasi (lahan tak berpengairan) dengan memberikan bantuan yang berupa fasilitas dasar pertanian dan teknik cocok tanam holtikultura. Proyek ini dilaksanakan pada 31 daerah di 15 propinsi dan pelaksana proyeknya adalah dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Departemen Pertanian. Dari total biaya 10.359.000.000,00 yen (dana tercairkan 8.407.000.000 yen), JBIC mengeluarkan dana sebesar 7.769.000.000 yen (dana tercairkan 4.612.000.000 yen). LA ditandatangani pada bulan Desember 1996. Dan pada bulan Desember 2002, dana pinjaman sudah dicairkan semua. Konsultan proyek ini adalah Nippon Koei dan perusahaan-perusahaan setempat (PT Pusat Pengembangan Agribisinis, PT Trans Intra Asia, PT Andal Agrikarya Prima). Sedangkan pelaksana kontrak adalah perusahaan-perusahaan setempat.
Gambaran Umum tentang Proyek di Kabupaten Buton
Proyek ini ditujukan kepada 756 kepala keluarga untuk lahan seluas 500 hektar pada 7 desa di kecamatan Sampolawa dan 3 desa di kecamatan Batauga.Pelaksana proyek ini adalah Departmen Pertanian Propinsi Sulawesi Tenggara dan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Buton. Proyek ini berupa bantuan 200.000 batang bibit pohon, pupuk dan obat pembasmi hama. Selain itu, diadakan juga pelatihan cocok tanam dan pembangunan fasilitas irigasi. Anggaran total proyeknya 11.000.000.000 rupiah.
Apa itu Proyek Pengembangan Sumber Daya Air Semarang?
Proyek pembangunan waduk serbaguna Jatibarang, fasilitas pembuangan air limbah, perbaikan sungai dan saluran drainase di kota Semarang, ibu kota Jawa Tengah. Proyek ini secara keseluruhan memakan biaya sebesar 22.165.000.000 yen. Sedangkan tujuan proyek ini adalah untuk mengatasi banjir, kekurangan air dan penurunan landasan tanah. Instansi pelaksana proyeknya adalah DitJen Sumber Daya Air dan DitJen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum. Proyek ini akan selesai pada tahun 2013. Untuk tujuan tersebut, JBIC pada bulan Maret 2006 telah mengadakan kontrak pinjaman sebesar 16.302.000.000 yen dengan pemerintah Indonesia. Pada saat ini telah dan sedang diadakan pembebasan tanah dan proses pemindahan warga.
Latar belakang
Pada tahun 1990an pemerintah Indonesia berusaha membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di semenanjung Muria, Jawa Tengah. Namun proyek tersebut dihentikan karena adanya gerakan anti nuklir secara nasional dan terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997.
Pada tahun 2002 tiba-tiba rencana pembangunan PLTN itu dihidupkan kembali. Menurut rencananya tender dilakukan pada tahun tahun 2008 atau 2009, pembangunan mulai dilakukan pada tahun 2010 atau 2011, dan operasinya mulai dilakukan pada tahun 2016 atau 2017.
Menyangkut proyek ini kami mendapat informasi bahwa pemerintah dan perusahaan dari Jepang maupun Korea Selatan sangat berminat terhadap proyek tersebut. Oleh karena itu kami melakukan penelitian awal tentang rencana proyek itu di Indonesia pada Februari 2007 bersama dengan wartawan dan akademisi dari Korea Selatan.
Apa itu Proyek DDT?
Proyek DDT adalah proyek gabungan penggandaan jalur kereta api sepanjang 18 km dari stasiun Manggarai ke Bekasi dan elektrisasi kereta jalur Bekasi-Cikarang sepanjang 17 km. Dengan pembagian jalur kereta jarak jauh dan jalur commuter jarak pendek serta pemanjangan jalur commuter jarak pendek, diharapkan kapasitas pengangkutan akan semakin meningkat. Adapun instansi pelaksana proyek ini adalah Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan dan konsultan desainnya dilakukan oleh JICA. Untuk membiayai proyek ini, JBIC mengeluarkan dana sebesar 41.034 juta yen (L/A 13 Desember 2001).
Apa itu Bendungan Jatibarang?
Bendungan Jatibarang adalah sebuah bendungan serbaguna yang bertujuan untuk mengendalikan banjir dan mengembangkan sumberdaya air dan menghasilkan listrik dengan tenaga air di kota Semarang. Proyek pembangunan bendungan itu merupakan salah satu proyek dari "Proyek Pengendalian Banjir dan Pemgembangan Sumberdaya Air di Semarang" bersama dengan perbaikan Kali Garang/Banjir Kanal Barat dan sistem drainase kota di Semarang. Dari jumlah seluruh biaya proyek sebesar 22, 165 miliyar Yen, JBIC memutuskan membiayai sebesar 16,302 miliyar Yen (perjanjian pinjaman ditandatangani pada 29 Maret 2006). Tinggi Bendungan 77 m, Panjang Puncak Bendungan 200m, Luas Permukaan Waduk 1,1 km2, Daerah Tangkapan Air 53 km2, Kapasitas PLTA 1560kW (mesin pembangkit tenaga listrik satu buah).
Kami terima berita di bawah ini dari NGO Mitra Lingkungan Hidup Kalteng.
Pembangunan Rel KA di Kalteng Mencapai Rp6,5 triliun
KapanLagi.com, 30 Juli 2007
http://www.kapanlagi.com/h/0000183974.html
Kami terima laporan tentang proyek bermasalah yang dibiayai oleh JBIC.
Silakan download kronologis lengkap yang dibuat Lembaga Suaka Alam Indonesia.
Mud clogging ODA-built dams
Sediment in Indonesian reservoirs building up need for more yen loans
The Yomiuri Shimbun, 14 May 2007
http://www.yomiuri.co.jp/dy/national/20070514TDY02005.htm
Activist urges world to remember Aceh
Kakuya Ishida / Daily Yomiuri Staff Writer
Daily Yomiuri, 9 Mei 2007
http://www.yomiuri.co.jp/dy/world/20070509TDY03002.htm
Korea Selatan kemungkinan akan membiayai proyek bendungan di Indonesia
Yuki (NINDJA), 28 April 2007
Seperti diuraikan di dalam dua berita ¡ÈTEMPO Interaktif¡É tertanggal 25 April 2007 di bawah ini, pemerintah Indonesia sedang menegosiasi pemerintah Korea Selatan (Korsel) agar mendapatkan dana pinjaman untuk proyek bendungan Karian di Lebak, Banten. Jika pemerintah Korsel menerima usulan dari pemerintah Indonesia, ini menjadi kasus pertama bagi pemerintah Korsel untuk memberikan dana pinjaman kepada proyek bendungan di Indonesia melalui bantuan pembangunan resmi (ODA).
Pada tanggal 10 Nopember 2006, JBIC mengumumkan hasil untuk mengkategorikan "Proyek Pembangunan PLTA Peusangan dan Jaringan Transmisi". Biasanya beberapa bulan setelah dikategorisasi, JBIC akan membuat perjanjian peminjaman.
JAPAN IS STARTING TO SEND WEAPONS
Takahashi Kiyotaka
nikkanberita, 14 September 2006
Govt to throw more cash into failed dam
Tatsuhito Iida Yomiuri Shimbun Staff Writer
Daily Yomiuri, 7 October, 2006
Bendungan Lumpur yang menghabiskan dana 25,1 miliyar Yen
Pinjaman Jepang kepada Indonesia
The Yomiuri Shinbun, 6 Oktober 2006
English Version: http://www.nindja.org/modules/news1/article.php?storyid=5
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/sumatera/2006/10/03/brk,20061003-85307,id.html
Jepang Hibah Rp 3 Miliar untuk Reintegrasi Aceh
TEMPO Interaktif, 03 Oktober, 2006
http://riauterkini.com/sosial.php?arr=11024
Kamis, 24 Agustus 2006 12:03
Hasil Kunjungan Parlemen Jepang
Jepang Bakal Tolak Pinjaman RI
http://riauterkini.com/politik.php?arr=10984
Selasa, 22 Agustus 2006 15:12
Datang Tanpa Permisi,
Parlemen Jepang Dinilai Tidak Punya Etika
http://www.jbic.go.jp/autocontents/english/news/2006/000066/index.htm
NR/2006-36
August 2, 2006
Loan for Tangguh LNG Project in Indonesia
--Supporting Stable Supply of Energy Resources in Indonesia, The largest LNG exporter for Japan--
LOG IN