APA ITU ODA?
Kebijakan Jepang ttg ODA
PROYEK ODA & INVESTASI
Proyek Jepang yg Bermasalah
STATEMENT
Pernyataan Sikap dari NGO
LINKS
Situs2 Penting utk Advokasi
ABOUT NINDJA
Please Contuct Us
1-32-2-101 Kamisoshigaya Setagaya Tokyo 157-0065 Japan
Fax: +81-3-5313-4470
SMS: +62-811-683996
oda (a) nindja.org
http://www.nindja.com/ (dalam bahasa Jepang)
MAIN MENU
SEARCH
LOG IN
ユーザ名:

パスワード:


パスワード紛失

新規登録
PROYEK ODA & INVESTASI
1. Aceh & Sumatera : JBIC KEMUNGKINAN AKAN MEMBIAYAI LAGI, PROYEK PLTA PEUSANGAN oleh KUBO Yasuyuki*
投稿者: NINDJA 投稿日時: 2006-11-23 18:46:00 (4196 ヒット)

Pada tanggal 10 Nopember 2006, JBIC mengumumkan hasil untuk mengkategorikan "Proyek Pembangunan PLTA Peusangan dan Jaringan Transmisi". Biasanya beberapa bulan setelah dikategorisasi, JBIC akan membuat perjanjian peminjaman.

PLTA Peusangan 1 & 2 direncanakan dibangun di Kecamatan Laut Tawar, Kecamatan Silih Nara dan Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. PLTA tersebut direncanakan menghasilkan daya listrik sebesar 86,4 MW(2*22,1MW+2*21,2 MW). Listriknya akan disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 V ke Gardu Induk di Takengon, Kabupanten Aceh Tengah dan ke Gardu Induk di Bireuen, Kabupaten Bireuen. Jaringan transmisi tersebut diperkirakan sepanjang 76 km dan akan melewati kawasan lindung di luar kawasan hutan, kawasan pertanian, pemukiman, perkebunan dan lain-lain di Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Bireuen.

Menurut JBIC, "Proyek Pembangunan PLTA Peusangan dan Jaringan Transmisi" dikategorikan sebagai Kategori A. Itu berarti proyek ini kemungkinan membawa dampak besar yang negatif. Tentang proyek yang dikategorikan A, JBIC harus mengumumkan laporan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sesuai "Panduan JBIC mengenai Pertimbangan Sosial dan Lingkungan Hidup (April 2002)". Di Indonesia AMDAL terdiri dari analisis dampak lingkungan (ANDAL) , rencana pengelolaan lingkungan (RKL) dan rencana pemantauan lingkungan (RPL).

Menurut laporan "ANDAL PLTA Peusangan" dan laporan "ANDAL Pembangunan Jaringan Transmisi 150 KV GI Takengon ke PLTA Peusangan 1 & 2 - GI. Bireuen", diperkirakan ada beberapa dampak negatif yang besar, termasuk masalah pembebasan tanah. Untuk prasarana konstruksi Proyek PLTA Peusangan 1 & 2, lahan seluas 236,8 ha harus dibebaskan. Dari lahan seluas 236,8 ha, hanya lahan seluas 200 ha yang sudah dibebaskan. Di atas lahan tersebut terdapat beberapa fasilitas umum seperti SMP (1 buah), SD (2 buah), TK(1 buah) dan meunasah/musholla (2 buah) dan fasilitas umum tersebut sudah dipindahkan. Lahan seluas 36,8 ha akan dibebaskan kemudian. Untuk proyek Jaringan Transmisi, 6,37 ha perlu dibebaskan. Dari lahan seluas 6,37 ha, 4,37 ha perlu dibebaskan untuk pembangunan tower sebanyak 194 buah. Masing-masng tower perlu lahan seluas 15 meter kali 15 meter. Sisa lahan seluas 2 ha perlu dibebaskan untuk pengembangan gardu induk Takengon. Selain itu, route jaringan transmisi 150 kv sepanjang 76 km perlu lahan untuk ruang bebas sebesar 304 ha. Lahan untuk ruang bebas tersebut tidak perlu dibebaskan kecuali tanaman/pohon yang terkena pemotongan.

Sebelumnya, JBIC (Pada saat itu OECF=the Overseas Economic Cooperation Fund) membuat perjanjian pinjaman sebesar 34 juta Yen dengan pemerintah RI pada tanggal 29 November 1994 dalam "E/S Proyek Pembangunan PLTA Peusangan dan Jaringan Transmisi". Kemudian JBIC membuat perjanjian pinjaman sebesar 10 miliyar 625 juta Yen lagi dengan pemerintah RI pada tanggal 1 Desember 1995 dalam "Proyek Pembangunan PLTA Peusangan dan Jaringan Transmisi".

*KUBO Yasuyuki
Relawan NINDJA

印刷用ページ このニュースを友達に送る
 
投稿された内容の著作権はコメントの投稿者に帰属します。