APA ITU ODA?
Kebijakan Jepang ttg ODA
PROYEK ODA & INVESTASI
Proyek Jepang yg Bermasalah
STATEMENT
Pernyataan Sikap dari NGO
LINKS
Situs2 Penting utk Advokasi
ABOUT NINDJA
Please Contuct Us
1-32-2-101 Kamisoshigaya Setagaya Tokyo 157-0065 Japan
Fax: +81-3-5313-4470
SMS: +62-811-683996
oda (a) nindja.org
http://www.nindja.com/ (dalam bahasa Jepang)
MAIN MENU
SEARCH
LOG IN
ユーザ名:

パスワード:


パスワード紛失

新規登録
PROYEK ODA & INVESTASI
2. Jawa : LAPORAN : KAMPANYE ANTI PLTN MURIA oleh KUBO Yasuyuki*
投稿者: NINDJA 投稿日時: 2008-2-9 3:42:37 (3070 ヒット)

Latar belakang

Pada tahun 1990an pemerintah Indonesia berusaha membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di semenanjung Muria, Jawa Tengah. Namun proyek tersebut dihentikan karena adanya gerakan anti nuklir secara nasional dan terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997.

Pada tahun 2002 tiba-tiba rencana pembangunan PLTN itu dihidupkan kembali. Menurut rencananya tender dilakukan pada tahun tahun 2008 atau 2009, pembangunan mulai dilakukan pada tahun 2010 atau 2011, dan operasinya mulai dilakukan pada tahun 2016 atau 2017.

Menyangkut proyek ini kami mendapat informasi bahwa pemerintah dan perusahaan dari Jepang maupun Korea Selatan sangat berminat terhadap proyek tersebut. Oleh karena itu kami melakukan penelitian awal tentang rencana proyek itu di Indonesia pada Februari 2007 bersama dengan wartawan dan akademisi dari Korea Selatan.

Komite Kampanye Muri-Muri

Dengan hasil penelitian tersebut, kami merasa perlunya melakukan kampanye anti PLTN Muria di Jepang maupun di Korea Selatan. Kami mengontak dengan beberapa Ornop di Jepang untuk melakukan kampanye bersama dan akhirnya pada bulan Mei kami membentuk sebuah komite bernama komite kampanye Muri-Muri. Kata “muri” dalam bahasa Jepang artinya “tidak mungkin” atau “mustahil”, maka Muri-Muri artinya “PLTN Muria tidak mungkin”.

Komite Muri-Muri terdiri dari Friends of the Earth, Japan, Citizens' Nuclear Information Center, Japan Congress Against A- and H-Bombs, Greenpeace Japan, No Nukes Asia Forum Japan, dan NINDJA.

Kegiatan Kampanye di Jepang dan Korea Selatan

Sebagai langkah pertama untuk kampanye ini kami mengundang dua orang dari Indonesia. Yang pertama adalah Nuruddin Amin, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dan yang kedua adalah Nur Hidayati, juru kampanye iklim dan energi Greenpeace Sothu-East Asia. Mereka datang ke Jepang pada tanggal 3 Juli dan melakukan kampanye sampai pada tanggal 9 Juli.

Di Tokyo mereka mengunjungi Departemen Luar Negeri Jepang, Departemen Ekonomi dan Industri Jepang, Japan Bank for International Cooperation (JBIC), dan Hitachi Ltd. Mereka minta kepada instansi pemerintah Jepang dan perusahaan Jepang tersebut agar tidak mendukung rencana pembangunan PLTN Muria. Pada waktu pertemuan dengan Departemen Ekonomi dan Industri Jepang, ada penemuan baru. Pihak Departemen Ekonomi dan Industri Jepang menyampaikan pendangan bahwa jika PLTN Muria dibangun oleh perusahan Jepang, pemerintah Inodnesia harus sepenuhnya bertanggun jawab terhadap proyek tersebut termasuk limbah nuklir. Pandangan ini sangat berbeda dengan penjelasan pemerintah Indonesia selama ini yaitu; limbah nuklir akan dibawa pulang oleh perusahaan yang mengelolah PLTN ke negara asalnya.

Mereka juga mengunjungi Mitsubishi Heavy Industries dan Toshiba Corporation, tetapi kedua perusahaan itu menolak bertemu dengan mereka.

Setelah itu mereka berkunjung ke Hamaoka, Kabupaten Shizuoka dan bertukar pendapat dengan kelompok masyarakat setempat yang sedang menggugat pihak proyek PLTN Hamaoka ke pengadiran negeri setempat agar menghentikan operasi PLTN tersebut. Mereka sangat terkesan pesan dari masyarakat Hamaoka yaitu “Menghentikan operasi PLTN yang sudah dibangun jauh lebih sulit daripada menghentikan pembangunan PLTN”.

Selain acara di atas diadakan juga pertemuan publik di Tokyo dan Osaka dan pada kesempatan itu mereka meminta solidaritas kepada masyarakat Jepang agar Jepang menghentikan ekspor PLTN ke Indonesia.

Setelah kampanye di Jepang mereka langsung mengunjungi Korea Selatan pada tanggal 9 September dan melanjutkan kampanye pada sampai 12 September. Di Seoul mereka bertemu dan bertukar informasi dengan Ornop Korea Selatan terutama Korean Federation for Environmental Movement (KFEM) dan Departemen Perdagangan, Industri, dan Energi Korea. Selain itu Nuruddin Amin melakukan demo tunggal di depan kantor Korea Electric Power Corporation (KEPCO). Aksi tersebut dimuat dengan foto pada harian “Suara Merdeka”, koran local di Jawa Tengah.

*KUBO Yasuyuki
Relawan NINDJA

印刷用ページ このニュースを友達に送る
 
投稿された内容の著作権はコメントの投稿者に帰属します。