APA ITU ODA?
Kebijakan Jepang ttg ODA
PROYEK ODA & INVESTASI
Proyek Jepang yg Bermasalah
STATEMENT
Pernyataan Sikap dari NGO
LINKS
Situs2 Penting utk Advokasi
ABOUT NINDJA
Please Contuct Us
1-32-2-101 Kamisoshigaya Setagaya Tokyo 157-0065 Japan
Fax: +81-3-5313-4470
SMS: +62-811-683996
oda (a) nindja.org
http://www.nindja.com/ (dalam bahasa Jepang)
MAIN MENU
SEARCH
LOG IN
ユーザ名:

パスワード:


パスワード紛失

新規登録
PROYEK ODA & INVESTASI
Lain-lain : HARAPAN DAN KENYATAAN PENERIMAAN PERAWAT KESEHATAN DAN PERAWAT LANSIA
投稿者: NINDJA 投稿日時: 2008-6-29 0:20:28 (7589 ヒット)

Pada tanggal 16 Mei 2008, di parlemen Jepang disetujui perjanjian EPA antara Jepang dan Indonesia termasuk di dalamnya penerimaan tenaga kerja di bidang perawat medis dan perawat lansia.Pada pertengahan Juni instansi penerima calon perawat sudah diputuskan dan sejak akhir Juli, perawat kesehatan dan perawat lansia akan masuk ke Jepang.

Pemerintah Indonesia meminta supaya untuk perawat kesehatan diberikan imbalan di atas 200 ribu yen per bulan dan untuk perawat lansia diberikan imbalan di atas 175ribu. Namun perjanjian EPA antara Indonesia dan Jepang terlanjur ditetapkan walaupun persetujuan tentang imbalan ini belum disetujui oleh pemerintah Jepang.

Skema penerimaan calon perawat kesehatan dan perawat lansia (selebihnya cukup disebut dengan para calon tenaga medis) ini mirip dengan sistem pemagangan atau pelatihan yang sudah ada terlebih dahulu. Dan seperti yang diketahui bersama bahwa sistem pemagangan dan pelatihan ini cukup banyak bermasalah, marilah kita melihat beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan sehubungan dengan penerimaan calon tenaga medis ini.

Q1 Mengapa pemerintah Jepang bersedia menerima tenaga perawat ini?
A1 Pemerintah Jepang mengatakan bahwa penerimaan tenaga perawat ini bukan semata-mata untuk menutupi kekurangan tenaga kerja di Jepang. Jepang akan menerima para calon ini secara khusus dalam kerangka EPA supaya mereka dapat menetap di Jepang dan mendapatkan sertifikat perawat kesehatan dan perawat lansia.

Q2 Apakah masalah yang akan timbul sehubungan dengan pernyataan pemerintah bahwa penerimaan ini bukan untuk menutupi kekurangan tenaga kerja?
A2 Beberapa tenaga medis akan berpikir bahwa akan datang perawat-perawat dari Indonesia untuk mengikuti pelatihan.Akan tetapi disebutkan pula bahwa gaji calon perawat dari Indonesia ini harus sama atau bahkan lebih daripada gaji tenaga medis Jepang padahal mereka ini barulah mengikuti pelatihan. Dengan demikian, ada kemungkinan timbul rasa tidak puas di kalangan tenaga medis Jepang.

Q3 Lembaga manakah yang mengadakan perekrutan perawat kesehatan dan perawat lansia ini?
A3 Dari pihak Indonesia BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) akan merekrut para calon dan di pihak Jepang, JICWELS (Japan International Corporation of Welfare Services) akan mencarikan instansi yang akan menerima para calon tenaga kerja ini.

Q4 Bagaimana cara penentuan tempat kerjanya?
A4 Data calon yang terkumpul di JICWELS dan data instansi penerima "dijodohkan" dalam komputer secara otomatis. Jadi pada prinsipnya tidak ada wawancara.

Q5 Bagaimanakah jadwal para calon perawat medis setelah datang ke Jepang?
A5 Selama 6 bulan pertama, mereka akan mengikuti kursus bahasa Jepang dan pelatihan dasar perawat medis dan perawat lansia. Setelah itu, mereka akan ditempatkan di instansi penerima masing-masing. Sambil bekerja, mereka harus belajar untuk persiapan ujian negara.

Q6 Siapa yang akan menanggung biaya pelatihan bahasa Jepang mereka?
A6 Biaya kursus bahasa Jepang, uang makan dan akomodasi serta biaya perjalanan ditanggung oleh Departemen Kesejahteraan dan Tenaga Kerja Jepang beserta instansi penerima. Selama pelatihan, mereka akan mendapat uang saku sebesar 2000yen per hari. Akan tetapi, berdasarkan pengalaman dari sistem pemagangan yang sudah-sudah, biaya pelatihan ini ada juga yang dipotongkan dari uang gaji.

Q7 Mereka diperbolehkan tinggal di Jepang untuk berapa lama?
A7 Calon perawat kesehatan diberi ijin tinggal selama 3 tahun dan calon perawat lansia 4 tahun. Dalam masa tersebut, mereka harus lulus ujian negara. Jika tidak dapat lulus, maka mereka akan dipulangkan ke Indonesia.

Q8 Kalau dalam masa kontrak tersebut, ada yang ingin pulang ke Indonesia bagaimana?
A8 Pada dasarnya kontrak tidak bisa dibatalkan di tengah masa tugas.Dan penggantian instansi juga tidak mungkin.

Q9 Apakah mereka yang tidak lulus ujian negara bisa kembali lagi ke Jepang sebagai calon perawat?
A9 Jika tidak lulus dalam masa yang ditetapkan, mereka tidak dapat masuk kembali ke Jepang dalam kerangka EPA.

Q1 Sampai mereka mendapatkan sertifikat perawat, pekerjaan apa yang akan mereka lakukan?
A10 Karena para calon tenaga medis ini tidak bisa memakai sertifikat perawat Indonesia, mereka akan dipekerjakan sebagai asisten perawat. Sedangkan perawat lansia akan dipekerjakan sebagai "helper". Kepada para calon tenaga medis ini diberlakukan juga undang-undang tentang ketenagakerjaan. Sehingga pemerintah juga meminta instansi penerima supaya membayar mereka dengan gaji setara dengan gaji tenaga medis Jepang untuk pekerjaan yang sama.

Q11 Berapakah gaji asisten perawat medis dan "helper"?
A11 Asisten perawat mendapat gaji 130 ribu yen sedangkan "helper" digaji perjam antara 700 sampai 800 yen. Dalam kerangka penerimaan calon perawat medis dan calon perawat lansia, tujuan dari calon perawat yang bekerja di rumah sakit sebagai asisten perawat adalah kelulusan dalam ujian negara. Instansi medis dianjurkan untuk memberikan waktu kepada para calon supaya mereka dapat belajar untuk persiapan ujian negara. Karena itu ada juga rumah sakit yang menyuruh para calon ini bekerja 4 jam saja, dan selebihnya waktu dipakai untuk belajar. Jika memang demikian kenyataannya, pendapatan perhari mereka adalah 3600 yen (4x900 yen). Sebulan para "helper" ini hanya akan menerima antara 70 ribu yen sampai 80ribu yen. Dari uang itu masih harus dipotong untuk sewa rumah, biaya makan dan iuran asuransi kesehatan nasional. Biaya sewa rumah di Jepang sangar mahal. Di pinggiran kota saja bisa makan biaya sebesar 50 ribu yen. Jika masak sendiri, dalam sehari pengeluaran bisa ditekan hingga 1000 yen saja tetapi kalau makan di luar harganya jauh lebih mahal. Segelas kopi saja harganya bisa mencapai 300 yen. Dengan pendapatan 70 sampai 80ribu sebulan, kehidupannya sangat pas-pasan.

Q12 Apakah yang dikerjakan oleh asisten perawat kesehatan dan "helper"?
A12 Asisten perawat kesehatan bertugas mengganti seprei, menaikkan pasien ke kursi roda, mencuci peralatan medis dan kadang kala membantu perawat memandikan pasien. Sedangkan "helper" bertugas untuk membantu memandikan lansia, bersih-bersih dan memindahkan lansia jika diperlukan.

Q13 Apakah ujian negara untuk perawat kesehatan dan perawat lansia itu sukar?
A13 Angka kelulusan ujian negara untuk perawat kesehatan adalah 90% dan perawat lansia adalah 51%. Banyak istilah khusus yang dipakai dalam ujian negara. Bagi orang Jepang juga sukar.

Q14 Bagaimana persiapan mereka menghadapi ujian negara?
A14 Dalam kerangka sistem penerimaan para calon tenaga medis ini, instansi penerima diwajibkan untuk memberikan support supaya para calon bisa lulus ujian negara. Akan tetapi bagaimana instansi penerima akan memberikan support tidak ditentukan dan diserahkan sepenuhnya kepada instansi penerima.Jika mereka ingin belajar secara khusus di tempat kursus, maka mereka harus membayar sendiri. Selain itu, belum ada kumpulan soal ujian yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

印刷用ページ このニュースを友達に送る
 
投稿された内容の著作権はコメントの投稿者に帰属します。